Cat yang Ditularkan Melalui Air HILHELM
"Area yang hilang" (umumnya dikenal sebagai kekurangan cat) mengacu pada fenomena di mana bagian permukaan yang dilapisi tidak dicat. "Persembunyian yang buruk" berarti bahwa setelah lapisan kayu yang mengandung air diaplikasikan dan dikeringkan, lapisan atas padat gagal menutupi lapisan primer.
Mengapa permasalahan ini terjadi? Apakah hal ini disebabkan oleh lapisan yang mengandung air itu sendiri atau karena proses pengaplikasiannya? HILHELM Waterborne Paint percaya bahwa area yang hilang atau persembunyian yang buruk dalam aplikasi pelapisan kayu yang mengandung air umumnya disebabkan oleh alasan berikut, dan memberikan solusi sebagai referensi.
Proporsi pelapisan yang salah, seperti kandungan pigmen yang terlalu rendah atau daya sembunyi pigmen yang buruk.
Tingkatkan jumlah pigmen pada lapisan kayu yang mengandung air untuk meningkatkan daya sembunyi.
Pengadukan yang tidak memadai sebelum digunakan menyebabkan pigmen yang mengendap tidak tercampur sempurna atau distribusinya tidak merata.
Pastikan lapisan kayu yang mengandung air diaduk secara menyeluruh sebelum diaplikasikan. Mengguncang saja tidak cukup. Umumnya, gunakan pengaduk listrik minimal 3 menit, atau aduk dengan tongkat kayu selama 5–10 menit, atau tuang bolak-balik di antara dua wadah sebanyak 2–3 kali. Jika pengaplikasian berhenti lebih dari 2 jam, aduk kembali. Lapisan yang tercampur dengan baik tidak boleh mengalami sedimentasi, tidak ada perbedaan warna, tidak ada resin yang mengapung di atasnya, dan harus mengalir dalam aliran yang terus menerus saat dituang.
Persiapan permukaan substrat yang tidak tepat, terutama berlaku untuk lapisan bening pada kayu.
Sebelum mengaplikasikan pelapis kayu yang mengandung air, hilangkan noda minyak, debu, dll dari permukaan kayu. Hal ini memastikan daya rekat yang baik dan lapisan cat yang halus dan rata.
Pengenceran berlebihan pada lapisan kayu yang mengandung air, menghasilkan viskositas aplikasi yang rendah.
Tambahkan 0–10% air seperlunya untuk pengaplikasian, namun jangan menambahkan air terlalu banyak.
Menerapkan lapisan terlalu tipis; hanya satu lapisan lapisan atas bila menggunakan warna primer dan lapisan atas yang berbeda, dengan area yang terlewat; atau ketebalan film yang tidak merata karena permukaan substrat yang tidak rata.
Ikuti urutan yang benar untuk aplikasi pelapis kayu yang mengandung air dan pastikan ketebalan film seragam. Pilih proses pengaplikasian yang tepat sesuai dengan karakteristik produk kayu untuk menghindari area yang hilang atau cakupan yang tidak merata.
Kontras yang berlebihan antara warna primer dan lapisan atas, misalnya mengaplikasikan lapisan atas berwarna terang di atas primer berwarna gelap.
Perbedaan warna antara primer dan lapisan atas tidak boleh terlalu besar.
Pengamplasan berlebihan, menembus lapisan film cat.
Aplikasikan wood filler terlebih dahulu, lalu amplas dengan lembut, perlahan, dan dengan tekanan merata. Ampelas hanya sampai permukaannya halus, dan hindari pengamplasan melalui film.
Cat yang Ditularkan Melalui Air HILHELM
"Area yang hilang" (umumnya dikenal sebagai kekurangan cat) mengacu pada fenomena di mana bagian permukaan yang dilapisi tidak dicat. "Persembunyian yang buruk" berarti bahwa setelah lapisan kayu yang mengandung air diaplikasikan dan dikeringkan, lapisan atas padat gagal menutupi lapisan primer.
Mengapa permasalahan ini terjadi? Apakah hal ini disebabkan oleh lapisan yang mengandung air itu sendiri atau karena proses pengaplikasiannya? HILHELM Waterborne Paint percaya bahwa area yang hilang atau persembunyian yang buruk dalam aplikasi pelapisan kayu yang mengandung air umumnya disebabkan oleh alasan berikut, dan memberikan solusi sebagai referensi.
Proporsi pelapisan yang salah, seperti kandungan pigmen yang terlalu rendah atau daya sembunyi pigmen yang buruk.
Tingkatkan jumlah pigmen pada lapisan kayu yang mengandung air untuk meningkatkan daya sembunyi.
Pengadukan yang tidak memadai sebelum digunakan menyebabkan pigmen yang mengendap tidak tercampur sempurna atau distribusinya tidak merata.
Pastikan lapisan kayu yang mengandung air diaduk secara menyeluruh sebelum diaplikasikan. Mengguncang saja tidak cukup. Umumnya, gunakan pengaduk listrik minimal 3 menit, atau aduk dengan tongkat kayu selama 5–10 menit, atau tuang bolak-balik di antara dua wadah sebanyak 2–3 kali. Jika pengaplikasian berhenti lebih dari 2 jam, aduk kembali. Lapisan yang tercampur dengan baik tidak boleh mengalami sedimentasi, tidak ada perbedaan warna, tidak ada resin yang mengapung di atasnya, dan harus mengalir dalam aliran yang terus menerus saat dituang.
Persiapan permukaan substrat yang tidak tepat, terutama berlaku untuk lapisan bening pada kayu.
Sebelum mengaplikasikan pelapis kayu yang mengandung air, hilangkan noda minyak, debu, dll dari permukaan kayu. Hal ini memastikan daya rekat yang baik dan lapisan cat yang halus dan rata.
Pengenceran berlebihan pada lapisan kayu yang mengandung air, menghasilkan viskositas aplikasi yang rendah.
Tambahkan 0–10% air seperlunya untuk pengaplikasian, namun jangan menambahkan air terlalu banyak.
Menerapkan lapisan terlalu tipis; hanya satu lapisan lapisan atas bila menggunakan warna primer dan lapisan atas yang berbeda, dengan area yang terlewat; atau ketebalan film yang tidak merata karena permukaan substrat yang tidak rata.
Ikuti urutan yang benar untuk aplikasi pelapis kayu yang mengandung air dan pastikan ketebalan film seragam. Pilih proses pengaplikasian yang tepat sesuai dengan karakteristik produk kayu untuk menghindari area yang hilang atau cakupan yang tidak merata.
Kontras yang berlebihan antara warna primer dan lapisan atas, misalnya mengaplikasikan lapisan atas berwarna terang di atas primer berwarna gelap.
Perbedaan warna antara primer dan lapisan atas tidak boleh terlalu besar.
Pengamplasan berlebihan, menembus lapisan film cat.
Aplikasikan wood filler terlebih dahulu, lalu amplas dengan lembut, perlahan, dan dengan tekanan merata. Ampelas hanya sampai permukaannya halus, dan hindari pengamplasan melalui film.